//Witjaksono, Pengusaha Muda Puluhan Bisnis

Witjaksono, Pengusaha Muda Puluhan Bisnis

Witjaksono merupakan pemuda kelahiran Pati, November 1981. Dia adalah pengusaha muda Indonesia, yang memiliki puluhan perusahaan. Pada saat sosialisasi Tax Amnexty di Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo menyebut nama Witjaksono bersama pengusaha-pengusaha besar Indonesia Lainnya. Namanya mencuat saat berhasil membawa 2 perusahaan yang didirikannya Go Public (PT.DPUM, Tbk dan PT.DAJK, Tbk). Selain bisnis ia juga konsen dengan pengembangam potensi sumber daya anak muda Indonesia, dengan mendirikan Indonesia Milenial Institut. Yaitu wadah untuk membentuk generasi milenial yang berdikari dan memiliki semangat tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Pada bulan Juni lalu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi Witjaksono sebagai Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU). Ini merupakan organisasi otonom baru di lingkungan Nahdlatul Ulama. Penunjukan itu ditandai dengan penerbitan surat PBNU dengan nomor 523/A.II.04.d/06/2020 tentang Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdalatul Ulama. Surat keputusaan itu ditandatangani oleh Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal A. Helmy Faishal Zaini pada tanggal 19 Juni 2020.

Witjak adalah sosok anak muda di bawah 40 tahun yang mampu melahirkan satu perusahaan pengolahan hasil laut terintegrasi. Dari hanya bermodal Rp10 juta sampai memiliki aset di atas Rp1,6 triliun dengan 4.000-an karyawan. Berawal dari pabrik pengolahan hasil laut yang berlokasi di Pati, Jateng dengan kapasitas memproduksi puluhan ton saja. Kemudian terus berkembang hingga menembus 100 ton per hari. Dengan pengalaman itu, tentunya pilihan PBNU memilih Witjaksono sebagai Ketua SNNU sangat tepat. Alumnus Fakultas Administrasi Niaga Universitas Diponegoro tahun 2004 ini telah terbukti nyata mengembangkan potensi maritim nusantara.

Menurut Witjak, pengalamannya merintis usaha dari nol hingga berhasil Go Public di pasar saham beberapa tahun lalu setidaknya akan menjadi modal pengalaman bagaimana memajukan SNNU. Apalagi masalah kehidupan nelayan di Indonesia yang sebagian besar adalah nahdliyin akan menjadi basis kelompok sosial yang akan dia urus.****

(Kampus Center dari beberapa sumber)

loading...
Share this :
loading...