//Tembakau Gorila, Narkotika Jenis Baru Yang Sangat Berbahaya !

Tembakau Gorila, Narkotika Jenis Baru Yang Sangat Berbahaya !

Tembakau super cap Gorilla atau yang dikenal dengan tembakau gorila belakangan ini marak diperbincangkan dan dicari masyarakat, khususnya remaja.

Tidak tanggung-tanggung, proses penjualan dari produk narkotika yang satu ini sangatlah frontal yakni melalui sosial media seperti instagram, sehingga sangat meresahkan.

Di awal tahun ini, pada 12 Januari 2017 Tembakau gorila kini telah masuk dalam golongan narkotik jenis satu. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 .

Jenis narkoba yang satu ini memang sangat berbahaya, sebagaimana yang telah di teliti oleh BPOM (Badan Pengawas Obat Makanan) yang menemukan beberapa unsur yang sangat berbahaya yang terkandung dalam Tembakau Gorila tersebut.

Dalam situs resmi Badan POM, tertera hasil pengujian Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap produk tembakau ini. Hasilnya menunjukkan kandungan senyawa kimia New Psychoactive Substances atau NPS, yaitu ABCHMINACA yang termasuk jenis Cannabinoid Sintetis.

Senyawa cannabinoid sintetis merupakan zat sintetis berbentuk serbuk yang memiliki efek sama dengan penggunaan ganja. Karena itu, pada 2017 telah diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, di mana senyawa ABCHMINACA telah masuk dalam daftar Narkotika Golongan I, yaitu narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi.

Penyalahgunaan produk tembakau gorila tersebut dapat dikenakan sanksi Pidana sesuai Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

BPOM mengimbau kepada masyarakat agar waspada serta tidak mengonsumsi produk-produk yang membahayakan kesehatan seperti tembakau gorila, ditulis Kamis (26/1/2017).

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan tembakau gorila sebenarnya hanya tembakau biasa yang diberi zat kimia sintetis 5-fluoro-ADB. Namun zat ini bisa menyebabkan efek adiktif bagi penggunanya.

“Bisa kehilangan kesadaran, kecanduan, dan menimbulkan tindak pidana, seperti mencuri dan lainnya,” kata Nico di Polda Metro Jaya, Ahad, 22 Januari 2017. Sebelum ditetapkan dalam peraturan menteri, ujar NICO, tembakau yang dikenal dari kemasannya yang bercap Tembakau Super Cap Gorilla itu dijual bebas di akun media sosial. “Penggunanya mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja,” ujar Nico.

Menurut Nico, produsen tembakau campuran ini diduga berasal dari luar negeri. Nico mengatakan, saat ini, timnya sedang mendalami dan berkoordinasi dengan ekspedisi untuk mengetahui tempat tembakau gorila dibuat. “Kami akan pastikan ini dari dalam atau luar negeri,” kata Nico.

Menyadari bahaya tembakau gorila, Nico mengimbau para pengedar menghentikan aktivitas jual-beli tembakau itu. Nica mengancam tak akan segan menembak bandar yang tak kooperatif. “Apabila bandar melawan, akan kami tembak,” ucap Nico.

Untuk mencegah meluasnya tembakau gorila, kata Nico, timnya akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik. “Supaya masyarakat, apa pun profesinya, tidak menggunakan (tembakau gorila) lagi,” ujar Nico.

Pada pekan lalu, penyidik Ditresnarkoba menangkap tiga orang pengguna dan pengedar narkotik cap gorila. Mereka di antaranya TST, AAF, dan MY. Metode penjualan yang dilakukan, yakni melalui akun Instagram.

loading...
Share this :
loading...