//Seminar Nasional Rangkong – Auditorium FKH UGM, 26 Oktober 2019
Seminar Nasional Rangkong – Auditorium FKH UGM, 26 Oktober 2019

Seminar Nasional Rangkong – Auditorium FKH UGM, 26 Oktober 2019

Seminar Nasional merupakan suatu acara yang dilakukan untuk memberikan edukasi tentang satwa liar bagi mahasiswa, dokter hewan, serta masyarakat umum khususnya di Indonesia. Semnas diadakan dengan maksud memperdalam kepedulian masyarakat akan nasib satwa liar, yang terutama akan fokus terhadap burung Rangkong.

Burung rangkong atau enggang mudah dikenali dari paruhnya yang besar, melengkung, panjang dan berat. Terdapat pula struktur tambahan di bagian atas paruh: balung atau casque yang hanya dimiliki oleh Rangkong. Namun, setiap jenis memiliki perbedaan warna bulu, bentuk, ukuran, dan warna balungnya.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat populasi burung rangkong yang tinggi. Dari total 32 jenis burung rangkong di Asia, hompir setengahnya berada di Indonesia. Bahkan, 3 jenis diantaranya termasuk satwa endemik di Indonesia. Namun, tidak sedikit oknum yang meremehkan keberadaan burung rangkong ini. Di beberapa daerah di Indanesia, burung rangakong diburu dan diperdagangkan secara ilegal. Padahal, spesies burung rangkong yang ada di Indonesia termasuk kategori satwa dilindungi dalom Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. Contohnya, kasus Rangkang Gading yang diburu untuk diperjual belikan paruhnya yang khas.

Banyaknya ancaman yang di hadapi burung rangkong dan populasinya yang terus menurun inilah yang membuat kami menyelenggarakan Seminar Nasional Rangkong 2019 dengan tema “Encouraging Fresh Perspective About Indonesian Hornbill Conservation and Trading In Range and Local States”. Harapannya, acara Seminar Nasional ini dapat memberikan perspektif baru kepada masyarakat Indonesia.

  Seminar Nasional berbentuk pemaparan materi dan diskusi panel.

Seminar ini turut mengundang pembicara terbaik di bidangnya, seperti: dokter hewan, NGO, dan pemerintah. Dokter hewan akan memaparkan masalah kesehatan pada Rangkong beserta penanganannya. Selain dokter hewan, NGO juga akan menjelaskan tentang dunia konservasi pada Rangkong. Terakhir, pemerintah akan menjelaskan regulasi dan hukum kebijakan kelestarian Rangkong.

Seminar ini akan menerapkan program zero waste dalam rangkaian acara. Dengan program ini, kami akan memberi kesempatan peserta untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan botol plastik. Kami percaya dengan langkah kecil ini akan menyebabkan peserta lebih peduli dengan lingkungan dan berdampak yang baik terhadap lingkungan.

Tanggal26 Oktober 2019
Waktu08:00 – Selesai
TempatAuditorium FKH UGM.
Jl. Fauna No. 1 Karangmalang, Yogyakarta.
Harga Tiket Masuk (HTM)Mahasiswa Chelonia: 85.000
Mahasiswa Non Chelonia: 95.000
Dokter Hewan & Umum: 110.000

Info dan Kontak:
Narahubung: Aliyya (aliyyayurincha / 082225136551)
Instagram: @semnaskssl.ugm
Line@: @dwu7933m
Email: semnaskssl@gmail.com

Sumber: haievent.com

loading...
Share this :
loading...
[NUMBER OF ADS IN RESPONSE] <![CDATA[ad title]]> bid in $US