//Piala Dunia: Tradisi yang Perlu ditiru dari Negara Samurai Biru

Piala Dunia: Tradisi yang Perlu ditiru dari Negara Samurai Biru

Selain mendukung tim kebanggaan, pendukung atau suporter juga mewakili masyarakat atau warga negaranya. Jika pendukung atau suporter melakukan hal yang positif maka masyarakat dunia menganggap negaranya merupakan negara yang berperilaku positif begitu pula sebaliknya jika menampilkan karakter yang tidak positif akan memunculkan stigma negatif yang mana akan dianggap melawan norma-norma yang ada.

Sepakbola tidak hanya menampilkan pertandingan 90 menit di lapangan. Sisi lain sepakbola juga menampilkan emosional, drama, dan respect. Piala dunia menghadirkan banyak pendukung dari berbagai belahan dunia, berbeda negara, suku, budaya, warna kulit hadir di Rusia.

Menurut Howard S. Becker tindakan perilaku negatif atau menyimpang sesungguhnya tidak ada. Setiap tindakan sebenarnya bersifat netral dan relatif tergantung dari sudut pandang mana orang menilainya. Pendukung atau suporter yang datang langsung dianggap sampel bagi karakter dan perilaku masyarakatnya, baik dalam jumlah yang banyak ataupun sedikit. Karakter dari pendukung yang hadir bisa dianggap mewakili dari kelompoknya.

Sementara itu, ajang Piala Dunia 2018 Rusia tak hanya berkutat pada pertandingan sepak bola. Beberapa hal juga menarik perhatian masyarakat dunia. Di Piala Dunia 2018, terdapat tradisi baru yang patut diacungi jempol. Setelah pertandingan sepak bola rampung, tribun penonton di stadion biasanya penuh dengan sampah makanan, botol, dan gelas minuman. Namun, kondisi ini tidak terjadi seusai laga Piala Dunia antara Kolombia dan Jepang. Setelah negaranya berhasil mengalahkan Kolombia di Mordovia Arena dengan skor 2-1 pada pertandingan pembuka grup H Piala Dunia 2018. Mantan gelandang Manchester United, Shinji Kagawa mencetak gol pertama Jepang lewat kotak penalti setelah salah seorang pemain Kolombia harus terkena kartu merah karena handball yang terlihat sangat disengaja.

Sebenarnya, Kolombia berhasil menyamakan kedudukan setelah free kick yang dilesakkan Juan Quintero tak mampu ditangkap kiper Jepang dengan sempurna.

Akan tetapi, striker Koln, Yuya Osako, mampu menyundul bola ke gawang Kolombia pada menit ke-73 dan mencetak gol.

Tidak hanya tim sepakbolanya yang menampilkan penampilan terbaik tetapi pendukungnya juga menampilkan karakter yang terbaik. Salah satu hal yang menarik tatkala pertandingan sudah selesai, para pendukung negara Matahari terbit memungut sampah yang berada disekitar stadion.

Tradisi ini diawali oleh pendukung dari Negara Jepang. Pendukung Jepang menjadi viral karena membersihkan stadion usai pertandingan selesai, Selasa (19/6/2018). Selain terkenal dengan budayanya yang sangat beragam dan kece, Jepang juga dikenal dengan masyarakatnya yang disiplin dan sangat cinta dengan kebersihan. Hal itu baru-baru ini terbukti lagi di Piala Dunia 2018.

Jepang yang berasal dari Asia Timur dan merupakan wakil dari benua Asia untuk Piala dunia Rusia 2018. Walaupun terhenti dibabak 16 besar piala dunia Rusia 2018 ada banyak pelajaran yang didapat dari Jepang di Piala dunia.

Penggemar sepak bola Jepang di Piala Dunia harus menelan kekecewaan saat tim negaranya tersingkir di fase penyisihan. Walaupun begitu, hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk tetap membersihkan stadion dari sampah.

Sekalipun sempat unggul saat melawan Belgia, Jepang sepertinya harus pulang setelah tim asuhan Robert Martinez tersebut memperkecil ketertinggalan lewat tandukkan Jan Vertonghen dan Maruoane Fellaini.

Menjelang menit-menit akhir, Belgia berhasil membalikkan keadaan setelah gol Nacer Chadli membobol gawan tim terakhir Asia tersebut

Kejadian serupa seperti 4 tahun lalu di Brasil ternyata terulang lagi. Kala itu, setelah pertandingan Jepang melawan Pantai Gading meski bersedih karena timnya kalah, para pendukung Jepang memilih untuk tinggal lebih lama di stadion membawa kantong kresek besar untuk memungut sampah-sampah yang mengotori stadion.

Hal ini pun mendapat simpati dari pendukung Kolombia. Walau negara mereka kalah, mereka tetap hormat dan simpati akan pendukung Jepang yang mau membersihkan kotoran-kotoran yang menyisa di stadion.

Video aksi tersebut viral di media sosial dan kemudian membuat para suporter timnas Jepang mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

Mengutip BBC, sebagian besar pendukung Jepang sudah melengkapi diri dengan membawa kantor sampah besar. Banyak diantara mereka yang keluar stadion sambil melewati kursi sambil memungut sampah makanan dan minuman yang berserakan.

Dari hal kecil ini, akan menggambarkan kepedulian kita terhadap lingkungan. Pepatah Jepang mengatakan “datang dalam keadaan bersih, pergi dalam keadaan bersih”. Hal itulah yang mendorong para pendukung Jepang dalam melakukan aksi bersih-bersih di Piala Dunia Rusia 2018, Kamis (28/6/2018).

“Kami sangat terkesan,” ujar bek Maya Yoshida menjelang pertandingan melawan Senegal di fase grup beberapa waktu yang lalu.

“Tentu saja bukan hanya tim nasional yang mewakili Jepang, tapi para pendukung di Rusia juga. Jadi ketika dipuji oleh seluruh dunia (atas tindakan mereka), kami sangat bangga,” tambah pemain yang juga bermain untuk Southampton tersebut dikutip dari Japan Times.

Yoshida sendiri mengatakan, para pemain juga menerapkan kebersihan di ruang ganti.

“Baiklah, kami meninggalkan ruang ganti kami setelah pertandingan jauh lebih bersih dibandingkan di Liga Premier,” kata Yoshida sambil bergurau.

Hal ini sepertinya juga terlihat usai Jepang dikalahkan Belgia pada Selasa dini hari Waktu Indonesia Barat.

Dalam sebuah foto yang diunggah di akun @CuriosodeFutbol, terlihat bahwa tim nasional Jepang membersihkan ruang gantinya dan meninggalkan sebuah catatan bertuliskan “Terima Kasih”.

“Mereka baru saja tersingkir dari Piala Dunia setelah memainkan pertandingan hebat dan ketika hanya 15 detik tersisa untuk perpanjangan waktu. Meskipun mereka terpuruk, para pemain Jepang membersihkan ruang ganti dan meninggalkan catatan yang mengatakan ‘Terima Kasih’ Kita punya banyak hal untuk dipelajari,” tulis akun tersebut.

“Ini bukan bagian dari budaya sepak bola, tapi bagian dari budaya Jepang,” jelas jurnalis sepak bola yang berbasis di Jepang, Scott McIntyre, kepada BBC.

McIntyre saat ini berada di Rusia guna melaporkan perkembangan timnas Jepang. Menurutnya, dia tidak terkejut dengan sikap para suporter Jepang.

“Anda kerap mendengar orang berkata bahwa sepak bola adalah cerminan budaya. Aspek terpenting dalam masyarakat Jepang adalah memastikan segala sesuatunya benar-benar bersih dan itulah yang terjadi dalam acara olahraga, termasuk sepak bola,” ujarnya.

“Mereka mungkin meninggalkan botol atau semacam kemasan makanan di lantai. Sering kali orang seperti itu ditepuk bahunya oleh orang Jepang, menandakan mereka harus membersihkannya atau membawanya pulang tapi jangan meninggalkannya di situ,” papar McIntyre.

Namun, bagi sebagian pendukung negara lain, kebiasaan bersih-bersih pendukung Jepang ini memang mengejutkan. “Membersihkan stadion setelah pertandingan sepak bola merupakan kebiasaan yang sudah tercipta sejak di sekolah dasar, di mana anak-anak membersihkan ruang kelas dan lorong sekolah mereka masing-masing,” jelas Scott North, profesor sosiologi di Universitas Osaka.

“Seiring dengan anjuran yang terus-menerus selama masa kecil, perilaku ini menjadi kebiasaan sebagian besar penduduk,” sambungnya.

“Selain adanya kesadaran yang tinggi akan perlunya membersihkan dan mendaur ulang, acara bersih-bersih di Piala Dunia adalah cara pendukung Jepang menunjukkan kebanggaan pada cara hidup mereka dan membagikannya ke kita,” jelas Profesor North.

“Tempat mana yang lebih baik untuk membuat pernyataan tentang perlunya merawat planet ini sebaik mungkin dibanding Piala Dunia,” imbuhnya.

“Saya tahu kedengarannya hambar atau membosankan, tapi inilah kenyataan sebuah negara yang dibangun atas dasar hormat-menghormati dan kesopanan. Dan sikap ini membentang sampai hal-hal yang menghormati dalam sepak bola,” ujarnya sembari tertawa.

“Saya pikir merupakan hal yang menyenangkan bahwa Piala Dunia menyatukan begitu banyak negara dan khalayak dan mencoba belajar lalu bertukar mengenai hal-hal seperti ini. Itulah keindahan sepak bola,” tutupnya.

Bangku-bangku stadion pun bersih kembali seperti semula.

Tindakan terpuji fans Timnas Jepang tersebut ternyata menular. Berikut 4 pendukung Piala Dunia 2018 yang mencontoh sikap pendukung Jepang:

  1. Kolombia

Peristiwa ini terjadi saat pertandingan Jepang vs Kolombia. Para pendukung dari Jepang yang pertama memunguti sampah di stadion. Melihat hal ini, suporter dari Kolomboa ikut memunguti sampah.

  1. Senegal

Tak kalah dari Kolombia, fans Senegal juga tampak melakukan hal yang sama saat negaranya bertanding melawan Jepang. Usai pertandingan antara Senegal melawan Polandia, sebuah video menyebar luas di dunia maya memperlihatkan sosok wanita berpakaian bendera Senegal memungut sampah.

Video tersebut langsung mendapatkan cuitan dari akun Twitter resmi FIFA World Cup, @WorldCupFC, “Ini menjadi hal paling keren yang bisa kamu saksikan hari ini. Fans Senegal memungut sampah sebelum keluar stadion usai kemenangan bersejarah Senegal terhadap Polandia.”

  1. Arab Saudi

Arab Saudi bertanding melawan Uruguay pada Rabu (27/6/2018). Pendukung dari Arab Saudi juga nggak mau kalau dari dua negara di atas. Mereka terlihat melakukan kegiatan bersih-bersih usai menonton.

  1. Uruguay

Meskipun tim dari negaranya menjadi rival di lapangan, rupanya pendukung Uruguay tak bermusuhan dengan suporter Arab Saudi. Mereka ikut serta untuk memunguti sampah setelah menonton pertandingan.

Suporter jepang di piala dunia 2018 membuktikan bahwa menonton sepakbola di stadion tidak harus menyisakan sampah apalagi kerusakan fasilitas umum. Bagi suporter sepakbola, banyak ragam dan kreatifitas yang ditunjukan selama pertandingan. Kedisiplinan dan Cultur budaya menjadi ciri khas dari masing-masing pendukungnya dalam mengekspresikan dukungannya.

Pentingnya menjaga kebersihan ditempat umum juga harus diterapkan oleh semua kalangan, hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadapa lingkungan sekitar. Patut kita apresiasi para pendukung Jepang dan mereka layak menjadi calon suporter terbaik di Piala dunia Rusia 2018

Sebenarnya ini simpel tapi tidak semua orang bisa memulai dan melakukannya. Kebersihan dan kedisiplinan menjadi salah satu karakter yang harus ditanamkan oleh pendukung sepakbola.

Bagaimana dengan kita, apakah sudah ikut memunguti sampah dan menjaga stadion kita agar tetap bersih?

loading...
Share this :
loading...