//Nasib Panitia Diksar Mapala UII, Ada Yang di Keluarkan !

Nasib Panitia Diksar Mapala UII, Ada Yang di Keluarkan !

UII ( Universitas Islam Indonesia) mengambil keputusan tegas melalui rapat senat yang di adakan pada tangga 7 Februari 2017 lalu. Ya, rapat tersebut telah memutuskan bahwa UII akan memberikan sanksi berupa mengeluarkan 9 orang dan menskor 10 orang mahasiswanya. Jadi total mahasiswa yang di sanksi ada 19 orang.

Pelaksana Tugas Rektor UII, Ilya Fadjar Maharika, menjelaskan, berdasarkan aturan disiplin mahasiswa, sanksi yang diputuskan oleh senat universitas adalah sanksi berat, yakni dikeluarkan sebagai mahasiswa UII. Sementara itu, sanksi sedang berupa skors selama dua sampai tiga semester.

“Agar tidak mengganggu proses penyidikan oleh kepolisian, kami tidak akan memublikasikan identitas mahasiswa-mahasiswa yang diputuskan senat memperoleh sanksi berat atau sedang,” kata Ilya dalam keterangan resminya, Jumat (10/2/2017) seperti yang di lansir oleh kompas.com

Dia menguraikan, segala proses penyelesaian persoalan ini di ranah hukum merupakan wewenang penuh kepolisian. UII sebagai institusi yang berpihak pada penegakan hukum menghormati kewenangan tersebut.

Sebelumnya, Polres Karanganyar telah menetapkan 2 Tersangka daloam kasus kekerasan yang mengakibatkan kematian mahasiswa UII tersebut. Namun kemungkinan adanya tersangka lain semakin besar dengan adanya bukti baru seperti keterangan dari Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak yang mengatakan, akan ada tersangka lain dalam kasus kekerasan ini. Penetapan tersangka baru masih menunggu waktu, sebab polisi masih melengkapi bukti untuk menjeratnya

“Setelah ada dua tersangka yang telah ditetapkan, kemungkinan akan ada tersangka baru lagi. Tersangka tambahan itu bisa lebih dari satu orang. Saat ini kami masih melakukan pendalaman,” kata Ade di Yogyakarta, Kamis (9/2/2017).

Ade menjelaskan barang bukti yang akan digunakan untuk menjerat tersangka baru kasus kekerasan di Mapala UII itu, di antaranya berupa hasil visum dari 14 peserta diksar yang dilakukan di Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH).

“Salah satu alat buktinya adalah hasil visum dari rumah sakit itu, akan menjadi dasar polisi untuk menentukan tersangka tambahan. Setidaknya, harus ada dua alat bukti untuk menjerat calon tersangka,” kata dia.

Menurut Ade, nantinya pasal yang digunakan untuk menjerat tersangka tambahan di Mapala UII itu bisa berbeda dengan dua tersangka sebelumnya yang telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Karanganyar.

loading...
Share this :
loading...