//Mengenal Sekilas Sosok Manik Marganamahendra
Mengenal Sekilas Sosok Manik Marganamahendra

Mengenal Sekilas Sosok Manik Marganamahendra

Banyak mahasiswa menggelar demonstrasi untuk menolak upaya revisi yang dilakukan DPR. Para mahasiswa menilai, revisi yang dilakukan DPR bisa melemahkan KPK dan beberapa poin RKUHP juga dianggap tidak sesuai.

Terlepas dari isu yang disuarakan mahasiswa, sosok Ketua BEM UI Manik Marganamahendra yang mencuri perhatian publik. Manik turut andil dalam upaya penolakan revisi undang-undang KPK dan RKUHP. Manik bahkan mencuri perhatian publik berkat video audensinya saat berada di ruang rapat Badan Legislasi (Baleg), Senin (23/9/2019).

Banyak netizen memuji dan mengapresiasi keberanian Manik Marganamahendra. Kini Manik pun mulai populer di media sosial Instagram. Di Instagram, Manik sudah memiliki lebih dari 286 ribu followers.

Manik adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI angkatan 2015. Mantan ketua BEM FKM UI tahun 2017 ini ternyata mengikuti aksi unjuk rasa, antara lain terkait upaya pelemahan KPK, penolakan RKUHP, dan kekerasan di Papua Sebelumnya ketua BEM UI ini pada tahun 2013 pernah menjadi anggota Paskibra Bogor.

Sebagai mahasiswa yang mempelajari ilmu medis, ia fokus menyuarakan isu bahaya tembakau.

Kelahiran Bogor, 11 Desember 1996 dan telah menjadi Ketua BEM UI sejak Desember 2018. Ia juga pernah menjadi Pengurus Purna Paskibra Bogor pada tahun 2013.

Ia juga aktif menolak RUU Pertembakauan yang dianggap menguntungkan industri tembakau Indonesia.

Saat menjadi Ketua BEM FKM UI, Manik Marganamahendra fokus melakukan riset dan advokasi terkait isu kesehatan, utamanya soal tembakau.

Pada unggahannya di Instagram, Manik Marganamahendra mendambakan masyarakat Indonesia yang bisa terbebas dari asap rokok.

Katanya RUUP hadir untuk membela para buruh dan petani. Tapi, nyatanya mulai dari tata niaga sampai dengan bagi hasil cukai justru fokus pada pendapatan industri, industri ROKOK,” tulis Manik Marganamahendra

Selain itu Manik aktif mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan hidup tanpa plastik.

Manik Marganamahendra tercatat pernah menjadi anggota Paskibra.

Ia menjadi Pengurus Purna Paskibra Bogor pada tahun 2013.

Lelaki berusia 22 tahun merupakan sosok organisatoris.

Ia juga tergabung dalam Model United Nations Club, Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FKUI, tim debat FKM UI untuk OIM UI 2015.

Sejak SD di SD Negeri Semeru 1 Bogor, Manik Marganamahendra tertarik dalam aktivitas Pramuka, english club, dan dokter kecil. Dan hingga kini ia aktif di Pramuka, pengurus angkatan SMA, Pusat Informasi dan Konseling Remaja dan juga tim debat

Juga di Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) dan Aliansi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia (AOMKI).

Di sana, ia berdiskusi soal media sosial yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan anak muda Indonesia.

Sementara saat SMP di SMP Negeri 4 Bogor, ia ikut dalam kegiatan Pramuka, tim olimpiade biologi, dan OSIS.

Saat duduk di bangku SMA di SMA Negeri 1 Bogor, aktivitas dan keorganisasian Marganamahendra semakin bertambah.

Ia juga pernah melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dalam setiap unggahannya di akun Instagram pribadinya, Manik Marganamahendra selalu menulis caption yang memiliki makna yang dalam dan memberikan edukasi pada setiap pembacanya.

Sebagai mahasiswa FKM UI, ia memiliki visi besar menuju masyarakat Indonesia yang sehat. Karenanya, melihat kondisi dan keadaan kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini.

Meskipun ia terpilih sebagai Ketua, ia tetap tidak melupakan teman-temannya seperti yang ditulis di akun instagramnya:

“Tapi saya tidak bisa sendiri, kita tidak bisa sendiri-sendiri. Bila pada akhirnya visi besar itu ingin kita capai, maka kita butuh untuk saling bahu-membahu berusaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.”

Selain itu Manik Marganamahendra pun menuliskan beberapa kalimat lagi di unggahan fotonya di Instagram seperti:

Bila warna dan makara menjadi penghalang untuk bersatu dengan kawan kita maka bercerminlah pada 20 tahun reformasi yang selalu diagungkan.

Bila identitas yang menjadi benteng dalam bersaudara, maka wajarlah jika tagar perlahan mengoyak persatuan bangsa kita.

Jangan mati karena tagar!

Jangan berpencar karena identitas!

Mari (Me)Reformasi kembali Reformasi!

Videonya viral saat dia sedang melayangkan mosi tidak percaya kepada DPR RI, Senin (24/9/2019).

Mosi tidak percaya itu disampaikan Manik Marganamahendra di depan beberapa anggota DPR RI, yakni Masinton Pasaribu dari PDI Perjuangan; serta Supratman Andi Agtas, Ahmad Riza Patria, dan Heri Gunawan dari Partai Gerindra.

Dia melontarkan mosi tidak percaya kepada DPR RI hingga menyebut kepanjangan dari singkatan nama lembaga legislatif adalah Dewan Pengkhianat Rakyat, bukan Dewan Perwakilan Rakyat.

loading...
Share this :
loading...
[NUMBER OF ADS IN RESPONSE] <![CDATA[ad title]]> bid in $US