//Inilah Pengusaha Indonesia yang Beli Saham di Klub Inggris

Inilah Pengusaha Indonesia yang Beli Saham di Klub Inggris

Tranmere Rovers adalah klub bola asal Inggris yang didirikan pada 1884, kini telah berusia 135 tahun. Klub ini memiliki basis di Birkenhead, Merseyside. Mereka pernah menjadi juara Divisi Tiga Inggris pada 1937/1938. Saat ini dinakhodai oleh Micky Mellon. 

Tranmere yang berkiprah di League One, dua tingkat di bawah Premier League, kini berada di posisi ke-19 dengan nilai 4, telah berani mengumumkan pembelian saham klub oleh Santini Group, Rabu (4/9/2019) dini hari WIB. Grup tersebut terdaftar atas nama tiga bersaudara. Mereka adalah Wandi, Lukito, dan Paulus. Semua bermarga Wanandi.

Chairman Tranmere Rovers, Mark Palios, mengumumkan Santini Group akan memiliki saham minoritas di klub berjuluk Super Whites itu. Hal itu diungkapkan langsung Chairman Tranmere Mark Palios dalam laman resmi klub. Palios mengungkapkan uang yang dikucurkan Santini Group akan digunakan untuk membangun fasilitas dan promosi di pasar internasional termasuk Asia. Namun tidak dijelaskan berapa persen.

“Saya dengan senang hati mengumumkan jika klub sudah mencapai kesepakatan dengan investor dari luar, Santini Group. Dengan demikian, mereka akan memiliki saham minoritas di Tranmere Rovers,” ujar Mark Palios di situs resmi klub. 

“Suntikan modal dari Santini Group akan memungkinkan kami terus maju dengan sejumlah proyek seperti lapangan akademi dan wifi di stadion. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk mengurangi utang dan memungkinkan beberapa peningkatan dalam anggaran bermain,” tulis Palios. 

“Singkatnya, mereka memberi kami keyakinan akan menjadi klub sepak bola yang stabil dan sehat secara finansial dari tahun ke tahun. Santini Group juga akan membantu klub dalam mengembangkan pasar di dunia,” lanjut pernyataan tersebut. 

Dana yang didapat dari Santini Group rencananya dipakai manajemen Tranmere Rovers untuk meningkatkan infrastruktur dan lain-lain. Termasuk pengembangan kawasan buat akademi klub.

Sebelum kesepakatan terjadi, Mark bersama Vice Chairman Nicola Palios telah melakukan pertemuan dengan Wanandi bersaudara di Wirral, Inggris maupun Indonesia. Hal itu dilakukan untuk saling memahami dan terpenting untuk memastikan para investor mendapatkan pemahaman tentang Tranmere Rovers.

“Kami juga ingin berterima kasih kepada Simon Nainggolan yang sudah mengenalkan kami semua. Simon akan sering berada di Prenton Park karena dia akan jadi penghubung klub dengan jaringan bisnis internasional,” papar Palios.

Santini Group adalah induk usaha asal Indonesia yang memiliki jenis usaha di bidang peralatan otomotif, infrastruktur, sumber daya alam, pengembangan properti, dan manajemen jasa yang dibentuk Sofjan Wanandi pada tahun 1994, konglomerat yang sekarang menjadi Ketua Tim Ahli Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Dahulu perusahaan ini dikenal dengan nama Gemala Group itu memiliki pabrik baterai otomotif di Brisbane, Australia. 

PENGUSAHA INDONESIA LAINNYA

Di Indonesia, tercatat sejumlah pengusaha yang telah berinvestasi di bidang sepak bola dengan cara membeli sahamnya. Tak tanggung-tanggung, pengusaha Tanah Air tersebut diketahui pernah dan tengah memiliki saham klub luar negeri, dari Eropa hingga Australia.

1. Yusuf Mansur.

Selain dikenal sebagai ustaz, Yusuf Mansur juga merupakan pengusaha yang cukup sukses di sejumlah bidang mulai dari sektor keuangan hingga investasi. Salah satu bisnisnya di bidang keuangan adalah layanan pembayaran Paytren yang telah dikelola sejak 2017 lalu.

Lewat Paytren, pada tahun 2018, Yusuf Mansur secara resmi mengumumkan pembelian saham klub sepak bola asal Polandia, Lechia Gdansk sebesar 10 persen senilai Rp 41,2 miliar.

Pembelian saham tersebut tidak lama usai pemain Indonesia Egy Maulana Vikri bergabung dengan klub Lechia Gdanks. Logo PayTren pun resmi terpampang di jersey Lechia Gdanks sejak tahun lalu.

2. Grup Bakrie.

Grup Bakrie merupakan salah satu grup pengusaha Indonesia yang sukses dalam sejumlah sektor. Kesuksesan tersebut diikuti Grup Bakrie yang dimiliki keluarga Aburizal Bakrie tersebut dengan berinvestasi di sejumlah klub sepak bola luar negeri. Terbaru, mereka membeli 100 persen saham klub Liga Australia, yakni Brisbane Roar pada tahun 2011. Sebelumnya, Grup Bakrie pernah membeli saham klub asal Belgia, CS Vise. Klub lain yang dimiliki Grup Bakrie ialah Oxford United yang berada di kasta ketiga Liga Inggris.

3. Erick Thohir.

Nama Erick Thohir sudah tak asing lagi sebagai pengusaha yang banyak berinvestasi di bidang olahraga. Pada tahun 2013, ia sempat membeli saham klub raksasa Itali, Inter Milan sebesar 70 persen. Sebagai pemilik saham tertinggi, ia sempat menduduki jabatan sebagai Presiden Inter Milan.

Pada tahun 2016, Erick Thohir memutuskan untuk menjual saham Inter Milan pada perusahaan asal China. Selain Inter Milan, Erick juga sempat membeli klub asal Amerika Serikat, DC United dan juga klub dalam negeri, Persib Bandung. Kini, ia mengakuisisi klub sepak bola asal Inggris, Oxford United bersama Anindya Bakrie.

4. Sihar Sitorus.

Pengusaha dan juga petinggi PSSI lainnya, yakni Sihar Sitorus juga mengakui sempat membeli sebuah klub sepak bola asal Belgia, tepatnya klub kasta ketiga Liga Belgia. Meski demikian, ia tak mau mengungkap kepada publik mengenai klub yang ia beli tersebut. Sebelumnya, Sihar Sitorus pernah mengincar klub asal Spanyol, yakni FC Cartagena.

5. Iman Arif.

Mungkin tak banyak yang tahu kalau mantan ketua Badan Timnas Indonesia, Iman Arif sempat membeli 20 persen saham klub Inggris, Leicester City. Kala itu, pada tahun 2010, Leicester City masih berada di kasta kedua Liga Inggris. Namun setahun kemudian, Iman Arief menjual sahamnya.

loading...
Share this :
loading...
[NUMBER OF ADS IN RESPONSE] <![CDATA[ad title]]> bid in $US