//Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melamar Kerja

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melamar Kerja

Untuk berhasil mendapatkan pekerjaan impian, biasanya dimulai dengan aplikasi yang baik. Dan kebanyakan aplikasi yang baik diawali dengan penelitian dan juga penelitianEntah karena memang belum terlatih ketika menulis email atau belum pernah melamar kerja via email atau lebih-lebih bukan orang IT, ada saja hal-hal yang membuat sang pemberi kerja malas membuka email. Meski kadang bukan suatu hal yang mendasar (sebagai karyawan), tapi bisa berdampak cukup fatal.Bayangkan, susah-susah sekolah/kuliah dengan nilai yang bagus, tapi email lamaran kerja tidak dibaca/dibuka oleh pemberi kerja hanya karena hal-hal (yang mungkin) sepele. Dan itu gak cuma terjadi sekali saja loh.Cara mengatasinya dengan memberikan surat lamaran dan CV yang menarik serta tanpa cacat.

CV dan surat lamaran tentu saja merupakan hal yang sangat menentukan diterima tidaknya seorang pelamar. Sehingga Anda harus menghindari adanya kesalahan dan jangan sampai hanya asal buat. Kesalahan kecil saja seperti ejaan dan tata bahasa bisa menyebabkan surat lamaran kerja tidak dilirik oleh perusahaan, padahal resume masih menjadi alasan utama kenapa perusahaan melakukan panggilan kerja. Agar lamaran membuat perekut tertarik untuk memilih Anda sebagai calon karyawan

Tetapi mungkin saja resume atau CV yang dibuat menurut kamu sudah paling bagus, tapi belum tentu pemikiran orang yang melihat sama, bisa jadi surat lamaran kerja kamu hanya berakhir di tempat sampah.

Usahakan perhatikan beberapa hal berikut:

1. Know your resume from your cv

Walaupun resume dan CV seringkali digunakan untuk menggantikan satu sama lain dalam bahasa Inggris. Sebenarnya, mereka bukanlah dokumen yang sama.CV adalah daftar karir, pendidikan, dan penghargaan yang kamu miliki secara detil. CV mencakup semua yang pernah kamu kerjakan dan tetap sama walaupun kamu melamar pekerjaan yang berbeda. Jika CV adalah film panjang mengenai karirmu, maka resume adalah trailer filmnya. Resume lebih pendek dan singkat dibandingkan CV, dan isinya pun berubah disesuaikan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar. Resume biasanya hanya mencakup sejarah karir dan keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan tertentu, sebagai pertimbangan dari orang yang akan mewawancaramu.

2. Know when to use which

Tak hanya itu saja, resume dan CV digunakan secara berbeda di dunia. Menurut situs Undercover Recruiter, orang-orang di Amerika Utara biasanya lebih suka resume (kecuali pada lowongan kerja dinyatakan kamu perlu mengirimkan CV), sedangkan orang-orang di UK, Irlandia, Eropa, dan Selandia Baru biasanya lebih suka CV. Sebagai tambahan, orang-orang di Australia, India, dan Afrika Selatan menganggap kedua dokumen sebagai hal yang sama. Pada umumnya, resume biasanya lebih populer di sektor privat, sedangkan CV lebih populer di sektor pelayanan umum (public service). Namun, akan selalu lebih baik untuk bertanya kepada kantor HR atau teman yang tinggal di kota tempat kamu akan melamar pekerjaan, dokumen mana yang lebih baik kamu serahkan.

3. Pick The Right Language

Tulis aplikasi dalam bahasa sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan tersebut. Kamu selalu bisa menambah versi terjemahan jika iklan lowongan tak ditulis dalam bahasa lokal sesuai lokasi pekerjaan itu sendiri. Misalnya, jika kamu menjawab sebuah iklan dalam bahasa Inggris untuk pekerjaan yang berlokasi di Jerman, maka kamu bisa menulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman. Namun, bahasa Inggris tetap menjadi bahasa utama. Selain itu, kamu bisa menambahkan tautan ke profil Linkedin dalam bahasa kedua yang kamu inginkan.

4. Customize

Selalu sesuaikan aplikasi pekerjaanmu sesuai dengan negara tujuan, posisi, dan perusahaan yang kamu tuju. Jika aplikasimu berbeda dengan yang lain, maka manajer yang membacanya akan tahu kalau kamu sudah melakukan penelitian menyeluruh, dan itu adalah nilai plus! Pilih bagian terbaik dan paling relevan dari sejarah karirmu untuk menulis resume dan surat lamaran yang akan mendapat perhatian si manajer yang memfilter aplikasi. Jangan lupa edit dan baca kembali hasil tulisanmu dan hindari kesalahan sekecil apapun.

5. Be Open About Your Work Permit and Language Skills

Tambahkan status visa yang kamu miliki dan nyatakan surat ijin kerja yang kamu miliki. Jangan sembunyikan informasi ini karena si perekrut akan tahu juga pada akhirnya. Hargai waktu mereka dengan membagi informasi ini di awal. Demikian juga dengan keterampilan bahasamu. Jika kamu menyatakan bahwa kamu fasih bahasa tertentu, orang yang mewawancaramu akan mengetahuinya. Ini bukanlah tempat untuk berbohong atau berlebihan tentang keterampilan yang kamu miliki.

6. Play by The Photo Rules

Kecuali Anda ingin melamar sebagai model, umumnya foto sifatnya hanya sebagai pelengkap bukan syarat utama. Jadi, tak perlu mengirim foto banyak-banyak. Jika ingin memamerkan gambar diri yang sedang mekakukan kegiatan positif demi menunjukkan pengalaman kerja, masukkan saja ke dalam sebuah blog. Kemudian cantumkan linknya pada CV.

Dan perlu diperhatikan pula menambahkan foto profesional dan berkualitas pada lamaran kerja bukan selalu merupakan ide bagus. Di Amerika, Kanada, UK, dan Australia, jangan menyertakan foto. Di Jerman dan Perancis, tambahkan foto. Ingat! Lakukan penelitian dan cari tahu sebelumnya! Terlalu banyak aplikasi yang dibuang karena foto yang yang tak sesuai dengan aturan main. Jika kamu tak yakin tentang foto, kamu selalu bisa menambahkan tautan profile LinkedIn diheader resumemu. Dengan begitu, si perekrut dapat melihat fotomu jika diperlukan.

7. Meet The Ultimate Shortcut For European Countries

Jika kamu ingin bekerja di Eropa, kunjungilah situs Europass, yang menyediakan berbagai layanan online yang akan membantumu dalam menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk memamerkan keterampilan yang kamu miliki. Situs itu juga memiliki berbagai panduan (template) untuk CV dan surat lamaran kerja yang sesuai dengan standar Eropa.

8. Sweat The Little Things

Ketika melakukan penelitian, perhatikan detil kecil yang bisa membawa lamaranmu menuju sukses atau kegagalan. Misalnya, di Jerman, kamu harus menulis tanggal dan menandatangani CV di bagian bawah. Pada banyak negara Eropa, kamu diharapkan menulis informasi tentang usia (tanggal lahir), status pernikahan dan bahkan jumlah anak (jika punya). Namun, jangan coba-coba menulis semua informasi ini jika kamu ingin melamar pekerjaan di Amerika! It’s a deal breaker! Beberapa hal lain yang berbeda dari negara satu ke negara lainnya adalah tujuan karir (career objective), referensi, nilai di skolah (cek konversi nilai disini), dan juga jumlah dokumen yang diperlukan. Maka, penting untuk melakukan penelitian sebelum melamar pekerjaan yang kamu inginkan!

9. Get The Numbers Right

Mari kita fokus pada detil. Kamu akan mendapat nilai plus jika menambahkan kode negara pada nomor teleponmu, dan bahkan jika menambahkan perbedaan waktu antara lokasimu dan lokasi si perekrut. Sama halnya dengan urutan tanggal (dari, bulan, tahun). Gunakan urutan yang sesuai dengan aturan yang benar di negara tempat lowongan kerja. Ini akan menunjukkan kamu telah melakukan PRmu dan sungguh adalah seseorang yang detail-oriented.

10. Ask for Help

Setiap surat lamaran kerja harus diperiksa dan dibaca berulang kali untuk menghindari segala kesalahan yang mungkin terjadi. Jika bisa, carilah native speaker dari bahasa yang kamu gunakan dalam resumemu untuk membantu memeriksa isi resume dan suratmu. Jika kamu sangat serius dengan lamaran pekerjaanmu, maka menyewa penulis resume profesional bisa menjadi investasi yang baik untuk karirmu.11. Format yang Kurang Bagus
Ini harus jadi perhatian. Saat membuat lamaran, rapikan tulisan seperti batas kiri dan kanan, sejajarkan hurufnya dan gunakan format yang ada di pengaturan tulisan agar tampak rapi.Tapi hati-hati jangan terlalu kreatif juga dengan  membuat banyak variasi tulisan, karena beberapa perusahaan justru lebih suka dengan model yang standar penggunaannya.Misalnya, gunakan tidak lebih dari dari dua font yang umum digunakan dan mudah dibaca seperti jenis huruf calibri atau arial dengan gaya tulisan miring dan tebal yang disesuaikan.

12. Surat Lamaran Berlebihan

Penambahan latar belakang di tulisan seperti karakter kartun atau gambar anak kucing yang menggemaskan bisa menyebabkan resume kamu hanya dihancurkan atau terbuang di tempat sampah.Sebaiknya jangan berlebihan dengan memasukkan gambar-gambar yang tidak penting, mungkin menurut kamu lucu, namun itu justru menunjukkan sikap yang kekanak-kanakan bukan seperti pekerja profesional.

13. Copy Paste

Hati-hati bagi Anda yang sering mencari ‘inspirasi’ surat lamaran melalui internet. Hindari terlalu mengikuti kata-kata referensi surat lamaran online karena bisa jadi perekrut mengetahui bahwa itu saduran. Sebaiknya jangan pula menggunakan kalimat atau istilah yang terlalu tinggi yang sebenarnya tidak Anda mengerti. Dalam surat lamaran, yang paling penting adalah surat tersebut menggambarkan kemampuan dan pengalaman Anda yang bisa berguna bagi perusahaan incaran.

14. Lupa Cantumkan Surat Lamaran

Tak sedikit perekrut yang hanya meminta CV tanpa surat lamaran. Namun menurut Ed Zitron, seorang PR yang sering melakukan perekrutan, perekut tetap mengharap sebuah surat lamaran. Kebanyakan dari mereka juga tidak mencantumkan nama serta jabatan perekrut yang telah dicantumkan. Ia pun menyarankan agar pelamar jangan pernah menulis surat yang standar. Berilah sedikit penjelasan tentang diri Anda dan yakinkan jika karakteristik Anda itu cocok mengisi posisi tersebut.

15. Jaga Image

Terkadang seseorang sangat mendambakan bekerja di suatu perusahaan sehingga Ia selalu mengajukan lamaran setiap ada lowongan dibuka. Menurut pelatih karir, Irene McConnell, sebaiknya hindari berlaku seperti itu. Jangan berpikir jika para perekrut tidak akan ingat lamaran-lamaran Anda sebelumnya, apalagi jika Anda tidak merombaknya. “Kalau reputasi Anda sudah rusak di mata perekrut, akan lebih susah Anda diterima meskipun lamarannya bagus,” ungkap Irene.

16. Menyepelekan Aturan

Jika sebuah iklan lowongan kerja memberikan sejumlah syarat ikuti saja meski tak ada aturan tegas untuk tidak melanggarnya. Misalnya jika pada lowongan tertulis untuk mengirimkan foto formal, jangan mengirim gambar diri dengan pose atau busana yang kasual.

17. Subject E-mail

Tidak sedikit yang mengirim email lamaran dengan subject yang tidak jelas. Kadang hanya nama saja. Kadang hanya tulisan “lamaran pekerjaan” saja. Bahkan ada juga yang kosong subject-nya. Gaes, yang melamar kerja itu bukan hanya Anda saja. Tapi b(uuuu)anyak.Harus membuka email satu-persatu adalah hal yang cukup membosankan. Karena itu, seleksi awal melalui kelengkapan subject itu sering dilakukan.

Analoginya sama seperti Anda mengirim lamaran dalam sebuah amplop ke suatu gedung perusahaan, tapi tidak ditulis di bagian sampulnya, bahwa itu surat untuk apa. Jelas aja Anda tidak diterima, belum sampai ke HRD, amplopnya sudah dibuang sama satpam.Silakan tulis subject yang baik. Misalnya:

• [Lamaran Kerja – Programmer iOS] Muhammad Fauzil Haqqi ~> posisi yang diinginkan itu penting

• [Programmer Web] Lamaran Kerja – Lulusan Universitas Ma Chung ~> misalkan almamaternya keren

• [HRD – Lamaran Akuntan] M.F. Haqqi ref Joni ~> apabila ada yang mereferensikan dan ingin ditujukan ke divisi tertentu

• [Lamaran – Pengisi Hatimu][Forward ke Bapakmu] M.F. Haqqi ~> yang ini jangan ditiru

18. Body E-mail

Kasus yang paling umum adalah body e-mail kosong, hanya berisi attachment saja. Mungkin subject sudah benar, tapi membuka email seperti ini rasanya nggak banget deh. Oke, misal surat lamaran sudah dalam bentuk docx/pdf sebagai attachment pun, hal ini tetap membuat jengah. Rasanya hampa entah gimana, susah menjelaskannya.Kadang juga ada yang menggunakan body email cukup singkat, tapi menjengkelkan.

Contohnya, “Ini surat lamaran saya. Saya tunggu kabarnya.”. Krik. Krik.

Gaes, oke kita butuh tambahan tenaga kerja. Tapi Anda beneran butuh kerja gak sih? Kok kesannya malah nantang.  Sebagai saran, tulis body email yang baik namun komprehensif. Tidak perlu terlalu panjang dan bertele-tele. Jelaskan secara singkat siapa Anda, tujuan Anda melamar kerja, apa saja yang Anda lampirkan, dan hal-hal apa yang menurut Anda perlu diketahui oleh pemberi kerja. Gunakan bahasa yang benar, dengan tanda baca yang benar, dan kata-kata yang profesional.

19. Alamat E-mail

Oke, subject sudah benar. Oke, body email sudah menarik. Lah tapi kalau alamat email yang digunakan semacam “luphitacayankditho2311@email.com” atau “gundamx1309@email.com”, ya ketawa donk. Ini yang mau ngelamar ini beneran pencari kerja apa anak SD/SMP yang masih labil sih? Belum lagi kalau display name dari email tersebut tidak diganti, atau malah dibuat lebih alay lagi.Gaes, di tampilan list email (contoh: Gmail), displayname itu muncul di sebelah kiri. Kalau tidak disetting, yang muncul ya alamat email. Dari situ, kalau sudah tidak menunjukkan bahwa Anda manusia normal, mana bisa Anda diterima kerja di sana.

Pengecualian untuk perusahaan yang memang mencari orang tidak normal. Misal, pemain sirkus. Nama pun dibuat sirkus.

Sebagai saran:

• Sejak awal meniti karir, kuliah, atau bahkan masih SMA, buat email yang profesional dengan nama asli. Misalkan, “fauzil.haqqi@gmail.com”.

• Kalau nama asli termasuk (sorry to say) nama pasaran, gunakan prefix atau suffix yang mendukung karir, misalkan “haqqi.programmer@gmail.com”.

• Gunakan provider email yang memang berkualitas, misalkan GMail atau Live. Sedikit isu di kalangan IT, yang pakai email Y**oo itu terkesan out-dated. Atau malah provider email gak jelas lainnya.

• Kalau ada modal dan ada kemampuan, gunakan email dengan domain custom. Misalkan, “me@haqqi.net”. Kalau ini malah lebih terlihat profesional dan keren.

• Jangan menggunakan email perusahaan sebelumnya. Ini masalah etika saja sih. Apalagi kalau Anda masih bekerja di sana.

20. Attachment/Lampiran

Yang berikutnya adalah tentang attachment. Jelas hampir tidak mungkin mengirimkan lamaran hanya dalam body email saja. Justru untuk mengisi body email jangan terlalu panjang. Cukup sertakan perkenalan singkat, lalu sertakan attachment yang sesuai kebutuhan. Umumnya, CV (Curriculum Vitae) selalu disertakan sebagai attachment.Jangan hanya mengirim lamaran kerja yang berisi tulisan “Saya ingin melamar kerja jadi programmer. Tau nggak, saya lulusan kampus-yang-katanya-keren di Malang loh. Bales ya.”Gaes, nantang nih? Ayo kalau berani sini!

Saran saya, untuk mengirim attachment(s) dalam email lamaran kerja, adalah:

a. Kelengkapan AttachmentLengkapi seluruh berkas yang diminta oleh perusahaan sesuai ketentuan. Ada perusahaan yang mengharuskan scan ijazah, surat keterangan kelakuan baik, portfolio, dan sebagainya. Perhatikan dengan baik seperti apa syarat-syaratnya. Sesuaikan dengan posisi yang Anda butuhkan. Anda tidak perlu melampirkan sertifikat pemenang lomba nyanyi zaman TK di lamaran pekerjaan Anda. Lucu.

b. Kompresi / Paket AttachmentApabila jumlah attachment cukup banyak (lebih dari 10), maka sebaiknya attachment dikompres dalam file kompresi. Gunakan format kompresi ZIP, yang mana umumnya bisa dibuka di berbagai OS. Sebaiknya jangan gunakan format kompresi lain (misal: RAR), karena akan mempersulit pemberi kerja untuk membuka dokumen Anda.Namun apabila jumlah file tidak terlalu banyak, maka ada baiknya untuk tidak dikompresi menjadi 1 file.

Banyak orang yang malas membuka dokumen terkompres. Mengapa? Karena sekarang sudah zamannya membuka file attachment langsung di browser (baik desktop maupun mobile).Kalau dokumen tersebut dikompres, maka akan membutuhkan proses setidaknya 2 langkah untuk membuka file. Kalau tidak dikompres, bisa langsung klik attachment untuk melihat secara singkat terlebih dahulu bagaimana profil Anda. Anda ingin menjadi kandidat pertama yang dilihat oleh tempat kerja Anda, kan?

c. Ukuran AttachmentUkuran attachment juga berpengaruh terhadap kesuksesan Anda mengirim email lamaran kerja. Sebaiknya attachment tidak lebih dari 2MB. Mengapa? Karena tidak semua perusahaan mempunyai mailserver yang kuat menampung data bergiga-giga dari ratusan pelamar.Bisa jadi email Anda akan ter-bounce balik, karena server tidak mau menerima. Dan juga, kalau harus membuka attachment berukuran beberapa MB melalui HP, jelas sayang paket data donk.

Apabila Anda terpaksa harus mengirim file berukuran besar, bisa Anda upload dahulu ke penyedia jasa upload, atau ke cloud storage seperti Dropbox, Copy, Google Drive, dan sebagainya. Setelah itu, sertakan share URL-nya di dalam body email Anda, serta pesan ke penyedia kerja untuk mendownload attachment melalui link tersebut.Ingin tahu caranya? Tanya ke www.bisakomputer.com.

d. Format FileMengirim attachment juga harus disertai dengan format file yang benar. Saya kurang suka pelamar yang mengirimkan file docx (MS Word) langsung. Sebaiknya, simpan dokumen (khususnya CV) salam format file PDF. Selain lebih ringan, PDF lebih mudah dibuka di mana saja, serta tidak mengubah format layout dan font dokumen.Alangkah sia-sianya kalau format CV sudah diatur sedemikian rupa, tapi rusak di komputer penyedia kerja. Khusus untuk CV, sebaiknya tidak dimasukkan jadi satu dalam file kompresi. CV inilah yang pertama kali dilihat oleh si penyedia kerja.

21. Stay in Tune di Email Anda

Gaes, Anda melamar kerja melalui email. Ya jelaslah kalau balasan lamaran Anda juga akan melalui email. Tidak jarang pelamar kerja yang mengirim lamaran, setelah saya balas untuk mengikuti tes tahap pertama, baru seminggu membalas emailnya lagi.Gaes, ini zaman teknologi yang serba cepat. Kalau ngirimnya pakai surat dan pos sih, wajar balas seminggu kemudian. Kalau email, ekspektasi zaman sekarang, paling tidak ya dibalas hari itu juga. Bahkan beberapa klien saya (khususnya yang dari luar negeri), kalau tidak dibalas beberapa jam saja sudah marah-marah.Saran saya, kalau punya smartphone (misal: Android), ya sinkronkan email Anda di HP. Kalau tidak punya, selalu cek email minimal sehari 2 kali selama Anda masih menunggu kabar dari perusahaan. Menurut saya perusahaan yang memang bonafit dan tertarik pada kalian, gak akan lama kok membalas email Anda.

Namun, survei menunjukkan bahwa beberapa kata terlalu ‘mudah ditebak’ dan tidak lagi mengesankan bagi pewawancara.LinkedIn baru-baru ini juga mengeluarkan daftar kata yang sudah terlalu sering digunakan oleh kandidat pelamar kerja dalam 187 juta profil LinkedIn mereka. Menggunakan kata-kata ini akan mengesankan kurangnya kreativitas dan membuat surat lamaran Anda terlihat biasa saja.Kata pertama yang paling sering digunakan adalah ‘kreatif’, kemudian disusul oleh kata-kata lain, seperti dilansir Huffington Post (06/12) berikut ini.

Pekerja Keras

Menuliskan bahwa Anda adalah seorang pekerja keras di bagian kualifikasi memang sah-sah saja. Namun, hal itu tidak cukup bijak untuk dituliskan. Ketika Anda melamar ke suatu perusahaan, maka Anda pastinya harus memberikan kerja yang maksimal untuk perusahaan tersebut. Ini adalah yang wajib dimiliki oleh setiap pelamar kerja, sehingga Anda tidak perlu menuliskannya di CV. Perusahaan dapat menilai keseriusan Anda bekerja dari poin-poin lain seperti pengalaman berorganisasi yang banyak ataupun melakukan kerja sampingan.

Detail Oriented

Detail oriented merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang untuk memperhatikan segala sesuatunya secara detail. Dimana hal ini cukup bagus untuk dituliskan di CV, namun juga dapat membawa kesulitan untuk Anda. Ketika perusahaan melihat kualifikasi ini pada CV Anda, maka mereka akan melakukan pengecekan yang lebih mendalam dari CV. Kesalahan sedikit dalam penulisan tanda baca atau ejaan dapat membuat perusahaan mempertanyakan kemampuan Anda dalam melihat detail-detail kecil. Amannya, Anda cukup menuliskan kemampuan yang berhubungan dengan jenis pekerjaan dilamar atau beberapa soft skills.

Team Player

Kata-kata ini sebaiknya dihindari untuk dituliskan apabila Anda belum mempunyai pengalaman kerja, terutama para lulusan baru. Menjadi seorang yang dapat bekerja dalam tim artinya memiliki pengalaman dalam bekerja ataupun mengkoordinasi sebuah tim kerja. Cara-cara maupun etika kerja dalam tim juga harus dikuasai dengan baik. Untuk Anda yang belum pernah melakukannya langsung, maka lebih baik untuk menuliskan pengalaman berorganisasi saja ataupun kontribusi dalam sebuah proyek atau event.

Gaji Dapat Dinegosiasi

Jangan pernah untuk menyinggung mengenai gaji dalam CV. Gaji adalah hal yang cukup sensitif sehingga biasanya hanya dibahas saat Anda wawancara langsung dengan perekrut. Selain itu, hindari menulis keterangan gaji yang bisa dinegosiasikan. Perusahaan dapat menilai bahwa Anda tidak percaya diri dengan kemampuan atau memiliki keahlian khusus sehingga mau menerima berapapun negosiasi gaji yang diberikan perusahaan.

Bertanggung Jawab

Memiliki tanggung jawab dalam bekerja juga merupakan hal yang wajib untuk dilakukan oleh semua pekerja. Menuliskan kualifikasi tanggung jawab tidak akan terlalu menarik minat perusahaan karena ini adalah hal yang umum. Alih-alih tanggung jawab, Anda dapat memilih menggunakan kata yang lebih sesuai seperti menangani, memimpin, ataupun mengelola. Kata-kata tersebut lebih memiliki efek yang mendalam terhadap jenis tugas yang dapat Anda tangani.

Analytical/ Memiliki kemampuan analisis

Memiliki kemampuan memecahkan masalah
Kreatif

Pintar berorganisasi

Efektif

Memiliki motivasi

Lebih berpengalaman

Track record

Inovatif

Selain itu sebenarnya ada banyak cara selain menggunakan kata untuk membuat surat lamaran kerja Anda lebih menonjol. Misalkan mengirimkan lamaran secepatnya setelah perusahaan membuka lowongan. Atau melampirkan video lamaran kerja yang cukup kreatif.

loading...
Share this :
loading...
[NUMBER OF ADS IN RESPONSE] <![CDATA[ad title]]> bid in $US