//Tanggapan LAPAN Mengenai Petisi Bumi Datar

Tanggapan LAPAN Mengenai Petisi Bumi Datar

Thomas Djamaluddin sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan akhirnya membalas petisi yang dikemukakan oleh Flat Earth (FE) Community atau Komunitas Bumi Datar (2/1/2018).

Thomas mengirimkan jawaban atas petisi yang dibuat oleh Komunitas Bumi Datar di platform Change.org yang kini sudah diteken oleh 372 orang.

Dalam petisi itu, yang juga menyinggung kunjungan beberapa perwakilan komunitas pendukung teori Bumi Datar ke kantor LAPAN pada 2016 lalu, penggagas menantang Thomas untuk menjelaskan pernyatannya yang menyebut “Bumi Datar adalah dongeng sebelum tidur.”

Setahun yang lalu, Thomas mengatakan teori Bumi datar hanyalah dongeng sebelum tidur yang tak perlu dihiraukan. Komunitas Bumi Datar pun tersinggung dan meminta pembuktian kepada Thomas melalui sebuah petisi.

Pada Desember 2016, komunitas Bumi Datar berkunjung resmi ke LAPAN. Kedatangan komunitas itu disambut langsung oleh Thomas. Mereka saling tanya jawab seputar pembuktian teori bentuk bumi. Setelah pertemuan itu, Thomas menegaskan, tidak ada landasan ilmiah yang menyatakan Bumi itu datar.

Komunitas pembela Bumi datar itu kemudian menanggapinya dengan membuat petisi. Berikut petisi lengkapnya:

Saya sebagai bagian dari Flat Earth (FE) Community atau Komunitas Bumi Datar, ingin menanggapi dan menambahkan, bahwa :

Surat Terbuka dari Admin Boss Darling (BD), adalah surat yang berkualitas, berbobot dan terpuji. Ini adalah bentuk perwujudan dari animo Komunitas Bumi Datar, untuk menanggapi dan menjawab celotehan Ka. LAPAN via sosmed hal Flat Earth.

Surat Terbuka ini sudah disampaikan resmi oleh Boss Darling (BD) selaku pemrakarsa You Tube Channel resmi : Flat Earth 101 : Konspirasi Bumi Datar dan Admin forum FE resmi : fe101.freeforuns.net, melalui Surat resmi berkop surat FE101 kepada institusi LAPAN.

Sebagai institusi resmi negara, LAPAN harus menanggapi Surat Terbuka dimaksud. Sebagaimana Komunitas Flat Earth (FE) via FE 101 menanggapi celotehan Ka. LAPAN di media cetak dan media elektronik. Setelah kunjungan resmi beberapa rekan dari Komunitas FE ke LAPAN yang disambut langsung oleh Ka.LAPAN.

Surat Terbuka ini, adalah tantangan bagi LAPAN untuk menjawab dan membuktikan ucapan Ka. LAPAN, bahwa “Bumi Datar adalah Dongeng Sebelum Tidur yang diceritakan oleh Penggemar Flat Earth”. Adalah tidak benar..!!

Dimohon bagi semua yang sepaham dengan Bumi Datar atau Flat Earth (FE), untuk membantu dan berbagi tugas dalam mempublikasikan Surat Terbuka ini kepada seluruh situs resmi Media Cetak dan situs resmi Media Elektronik yang ada di tanah air, semampu, berulang-ulang dan sebanyak-banyaknya. Juga untuk dapat membantu meringankan tugas Admin BD.

Yang demikian, sebagaimana yang Komunitas FE harapkan, Surat Terbuka ini akan menjadi Threading Topic, Snow Ball Effect n Domino Effect bagi khalayak dan atau sebagai awal pembuka jalan agar dapat terwujudnya People Power as soon as possible.

Salam Flat Earth n People Power

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pernah menjelaskan kepada pendukung Teori Bumi Datar, bahwa bumi itu bulat. Caranya sederhana. Melalui akun Facebook Thomas pun menjelaskan, sumber utama dikemukakannya teori Bumi datar karena ketidakpahaman soal gravitasi. Konsekuensi adanya gravitasi, jelas Thomas, adalah bulatnya Bumi (karena gravitasi dirinya saat pembentukan tata surya).

“Flat Earth terutama tidak percaya pada gravitasi dan mekanisme gerhana. Saya jelaskan teori dan bukti nyatanya,” kata Thomas, Jumat (28/7/2017).

Tidak perlu ribet-ribet, ternyata caranya sederhana. Thomas menjelaskan soal keberadaan satelit yang selama ini digunakan untuk telekomunikasi, data dan siaran TV.

“Keberadaan satelit menjadi bukti gravitasi itu ada,” kata Thomas.

Kenapa pembuktian gravitasi ini penting? Menurut Thomas, kalau gravitasi itu ada, itu artinya Bumi pasti berbentuk bulat.

“Konsekuensi adanya gravitasi adalah bumi yang berbentuk bulat,” jelas Thomas.

“Adanya planet-planet yang mengorbit matahari, adanya bulan dan satelit yang mengorbit Bumi, terjaganya air laut dan seisi bumi tetap berada di permukaan Bumi, terjaganya atmosfer sehingga manusia bisa bernafas dan pesawat bisa terbang dengan gaya aerodinamis, dan sekian banyak lagi fenomena yang menarik untuk kita pelajari. Ayo belajar fisika agar tidak tertipu dengan dongeng bumi datar (FE),” jelas Thomas dari akun Facebook Thomas, Selasa 2 Januari 2018.

Thomas juga sering meladeni pendukung Bumi Datar di akun pribadinya dan laman Facebook LAPAN. Salah satu cara untuk menjelaskan bumi itu bulat adalah dengan mengajak mereka melihat foto citra satelit seperti Himawari-8, Meteosat VISSR, Meteosat SEVIRI, GOES East, dan GOES West.

Share this :