//Juara Bertahan, DKI Jakarta Sabet Juara Umum Lagi di OSN 2018

Juara Bertahan, DKI Jakarta Sabet Juara Umum Lagi di OSN 2018

Dari 420 medali yang diperebutkan, DKI Jakarta berhasil membawa pulang 19 medali emas, 24 medali perak dan 29 medali perunggu. Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang digelar di Kota Padang Sumatera Barat sejak 1 Juli hingga 7 Juli 2018 setelah tahun 2017 lalu juga duduk di singgasana yang sama. Sebanyak 1.433 siswa SD, SMP, dan SMA memperebutkan 422 mendali dalam 9 kategori perlombaan Mereka berlomba di 11 bidang yang meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, infomatika/komputer, kimia, biologi, kebumian, geografi, astronomi, dan ekonomi. Penutupan acara OSN ke-17 tersebut resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Muhadjir Effendi di Auditorium UNP (6/7).

Sebanyak 19 medali emas, 24 medali perak, dan 29 medali perunggu diraih oleh provinsi yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018 pada gelaran tahunan bergengsi di bidang sains itu.

Sementara untuk juara kedua OSN 2018 diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 13 medali emas, 18 medali perak, dan 26 medali perunggu.

Provinsi Banten berada di peringkat ketiga dengan perolehan 11 medali emas, 14 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Sama seperti OSN sebelum-sebelumnya, posisi 10 besar masih didominasi provinsi dari Pulau Jawa. Selain posisi tiga teratas yang sudah disebutkan, posisi keempat hingga kesepuluh peraih medali terbanyak OSN 2018 adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Riau, Bali, Sumatra Barat, dan Gorontalo.

Ya, sang tuan rumah Provinsi Sumatera Barat harus puas dengan menyabet posisi juara ke-9 memperoleh 12 medali terdiri dari satu emas, empat medali perak dan tujuh medali perunggu. Angka ini lebih banyak dibanding perolehan tahun lalu sebanyak 7 medali.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang medali dan juara umum dalam OSN 2018.

Mendikbud berharap agar para peserta OSN ini melanjutkan studinya tetap di bidang sains pada jenjang pendidikan berikutnya serta ke depan menjadikan sains sebagai pilihan hidupnya. Ketika masuk perguruan tinggi tetap pada jalurnya di bidang Sains.

“Kelak 30 tahun atau 40 tahun yang akan datang akan muncul ilmuwan-ilmuwan yang berasal dari OSN ini,” ujar Mendikbud saat memberikan sambutan dalam acara Penutupan Olimpiade Sains Nasional 2018 di Kota Padang, Sumatera Barat.

Mendikbud mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, lapangan terbang, dan lainnya.

Infrastruktur itu tak akan ada manfaatnya jika tidak disiapkan dengan sungguh-sungguh sumber daya manusia yang mengoperasikan infrastruktur tersebut.

“Kita butuh menyiapkan teknokrat-teknokrat yang akan mengisi teknostruktur dan kita butuh orang-orang yang menguasai teknologi itu sekaligus kreatif,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Pemerintah sangat mengapresiasi daya dan upaya yang maksimal kepada pemerintah daerah Sumatera Barat yang telah mendukung penyelenggaraan OSN tahun ini sehingga berjalan baik dan lancar.

“Begitu senangnya kami menjadi tuan rumah pada tahun ini,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengucapkan selamat kepada Provinsi DKI Jakarta yang berhasil mempertahankan diri sebagai juara umum OSN 2018, sebelumnya mereka juga berhasil menggondol juara umum dalam gelaran OSN 2017 di Provinsi Riau.

Muhadjir menyadari, dominasi perolehan medali oleh provinsi di Jawa dan Sumatra menunjukkan kualitas pendidikan yang belum merata. Menurutnya, pemerintah pusat menyadari hal ini dan telah menyusun strategi untuk pemerataan kualitas pendidikan.

“Saya berharap provinsi lain terus berusaha mengejar ketertinggalannya sehingga juara umum itu tidak didominasi oleh salah satu provinsi saja,” kata Mendikbud

Sekarang pihaknya terus mengupayakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Pihaknya telah merancang strategi agar pemerataan kualitas pendidikan terlaksana, hal itu sangat tergantung dengan pelaksanaan di lapangan.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan menjalankan kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kebijakan ini diharapkan bisa membuat kualitas pendidikan bisa lebih merata dan tidak melulu didominasi oleh sekolah atau daerah tertentu.

“Kebijakan zonasi menjadi titik simpul dari semua kebijakan kita. Kalau meratanya, sudah merata pendidikan kita. Semua peserta didik, anak usia sekolah bisa bersekolah. Namun kualitasnya yang belum merata. Sehingga harus ada kebijakan pemerataan kualitas,” kata Muhadjir usai menutup gelaran OSN 2018 di Universitas Negeri Padang (UNP)

Muhadjir juga menyatakan, masing-masing pemenang OSN bisa mendapat pendampingan lanjutan untuk bisa diikutkan dalam kompetisi sains yang lebih tinggi. Peserta OSN sebelumnya juga telah mendapat pendampingan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Share this :