Ini 5 Langkah Memulai Bisnis Bagi Mahasiswa !

Entrepreneurship, Karir, Self Improvement

Kamu ingin memulai bisnis, tapi bingung harus memulai dari mana ? Jika Ya, maka memaca artikel ini sampai selesai akan bisa membantu kamu yang ingin memulai bisnis sesegera mungkin.

Yap, membuat bisnis saat ini menjadi tren bahkan di kalangan mahasiswa. Namun, jika di bandingkan dengan mahasiswa di luar negeri, maka sangat sedikit sekali pelajar di negeri ini yang merintis bisnis sejak dini. Banyak sekali seminat-seminar yang mengangkat tema Entrepreneurial, namun  seminar saja tentu belum cukup.

Kunci membuat bisnis dan menjadi seorang Entrepreneur sebenarnya amatlah sangat sederhana, kuncinya hanya satu kata “memulai” tapi, memulai ternyata bukanlah hal yang mudah bagi sebagian mahasiswa yang ingin terjun ke dalam dunia bisnis.

Berikut 5 langkah memulai bisnis bagi mahasiswa :

1. Evaluasi dan Kenali Potensi Diri

Bisnis bukanlah sekedar bisnis. Kamu harus mengenali diri kamu dan potensi yang ada di dalamnya. Kenapa ? karena kamu akan melakukannya lebih mudah dan kemungkinan berhasil juga akan tinggi jika bisnis yang kamu kerjakan merupakan hal yang sesuai dengan apa yang kamu suka, dan kompetensi yang kamu miliki.

Contoh saja, jika kamu seorang mahasiswa teknik informatika, maka kemampuan kamu tentu saja sangat unggul di bidang komputerisasi, maka kamu bisa memulai bisnis yang ada di bidang tersebut, contohnya jasa perbaikan komputer, penjualan alat-alat elektronik, dan lain sebagainya.

Selain itu bisa juga kamu memulai bisnis yang sesuai dengan hobi dan kesenangan kamu, contohnya, kamu mahasiswa teknik informatika, tapi karena kamu sangat suka dengan hewan, maka kamu membuat bisnis penjualan pakan hewan, obat-obatan dan lainnya yang berkaitan dengan hal yang kamu suka tersebut.

2. Miliki Ide Yang Bagus

Ide bisnis yang bagus bukanlah ide yang bagus menurut kamu semata. Kamu harus melihat ide kamu dengan berdasarkan pada beberapa faktor seperti : Permintaan atau Kebutuhan terhadap Jasa/Produk yang kamu tawarkan, Target market yang jelas, Kemauan orang untuk membeli produk yang kamu tawarkan, Kualitas dari produk dan jasa yang kamu tawarkan, dan juga produk yang kamu tawarkan tidak menyalahi aturan dari pemerintah dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  4 Karakter Manusia Secara Psikologis, Kamu Termasuk Tipe Yang Mana ?

Jika kamu memliki ide yang telah memenuhi beberapa persyaratan utama tersebut, maka kamu bisa mulai ke tahap berikutnya untuk menjalankan ide tersebut.

3. Teliti Persaingan

Tentu saja, kamu harus memerhatikan lingkungan di sekitar kamu, apakah bisnis yang kamu jalankan telah ada yang menjalankan sebelumnya, dan bagaiman persaingan yang akan terjadi ketika kamu meluncurkan bisnis tersebut. Pelajari bagaimana persaingan yang ada untuk produk atau jasa yang akan kamu luncurkan. Semakin longgar persiangan, tentu saja kemungkinan kamu bisa menguasai pasar akan semakin besar.

4. Buatlah Bisnis Plan

Bisnis plan jangan pernah kamu sepelekan, ketika kamu mendirikan sebuah bisnis, kamu akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa saja yang akan kamu kerjakan, sektor apa saja yang akan kamu kembangkan dan lain sebagainya. Sebuah bisnis plan yang baik harus mencakup beberapa hal seperti : Konsep Bisnis, Pasar dan Kompetitor, Strategi Penjualan, Manajemen Tim, Perencanaan Keuangan dan Resiko Bisnis.

5. Temukan Mentor Yang Tepat

Banyak yang tidak jadi membayangkan hal-hal yang amat rumit yang harus kamu lakukan ketika melakukan bisnis tersebut. Mentor adalah jembatan untuk melancarkan jalan kamu pada apa yang ingin kamu lakukan. Temukan orang yang mau mengajari kamu tentang bisnis yang akan kamu jalankan dan mintalah nasihatnya. Dengan mempunyai mentor yang tepat, kamu akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan memulai bisnis kamu.

Mentor tidak harus orang yang sangat sukses, mentor yang harus kamu cari ialah orang yang sudah bisa memulai bisnis, walaupun mungkin bisnisnya belum booming dan  sukses besar, tapi dia setidaknya bisa memberikan tuntungan bagi kamu untuk “memulai”. Banyak kok orang yang akan mau membantu kamu, tinggal kamunya mau atau tidak untuk bertanya.

Dan artikel ini di tutup oleh kata-kata Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook yang menjalankan usahanya dari bangku kuliah :

The biggest risk is not taking any risk. In the world that’s changing really quickly, the only stragtegi that is guaranteed to fail is not taking risk. – Mark Zuckerberg

Image Source : Erin Kelly | Flickr

loading...

Baca Juga

Leave a Reply