//Gangguan yang Sering Terjadi di Ketika Bekerja di Rumah dan Solusinya

Gangguan yang Sering Terjadi di Ketika Bekerja di Rumah dan Solusinya

Bekerja dari jauh dapat terlihat sebagai pengurang stress — tidak perlu ada pulang-pergi, lebih sedikit gangguan dari kolega, dan bisa ke kedai kopi untuk bekerja. Namun, sebuah laporan gabungan dari Eurofound dan Organisasi Buruh Internasional menemukan bahwa 41% pegawai yang menyatakan mereka sangat sering bepergian mengeluh stress, dibanding 25% pegawai yang menyatakan diri mereka pekerja kantoran.

Hanya sedikit dari kita yang akan mengalami gangguan dalam wawancara langsung di televisi. Namun untuk menghindari kejadian memalukan, orang yang sudah lama bekerja dari rumah menyarankan untuk memperingatkan para kolega mereka akan potensi gangguan. Sering kali Mark Oser, pendiri Anteris Consulting Group yang berbasis di New York, menjelaskan sebelumnya kepada para kliennya bahwa anak-anaknya ada di rumah sehingga mengurangi kekagetan jika terjadi gangguan.

Orang yang bekerja dari rumah atau di luar kantor ternyata lebih sulit untuk berhenti, demikian menurut studi dari peneliti di University of Carddiff, Inggris.

Para peneliti menyurvei lebih dari 15.000 pekerja di Inggris dan menemukan mereka yang bekerja dari rumah cenderung menghabiskan lebih banyak waktu daripada waktu kerja normal dan bekerja lebih keras daripada yang dibutuhkan. Peneliti juga menemukan orang yang bekerja di rumah sulit berhenti dan melepaskan diri dari pekerjaan.

“Umumnya, kita memiliki batas ruang yang dibuat oleh kantor, toko, dan pabrik, yang berarti rumah dan tempat rekreasi lainnya terpisah dari pekerjaan,” kata Alan Felstead, seorang profesor riset di School of Social Sciences di Universitas Cardiff Wales. “Namun, kerja dari rumah mengaburkan garis batas tersebut. Itu sebabnya mengapa sulit [bagi karyawan] untuk berhenti dari pekerjaannya.”

Oleh karena itu, beberapa CEO di Amerika Serikat sepakat bahwa bekerja dari rumah memiliki  kelemahan. Mantan CEO Yahoo Marissa Mayer bahkan membalikkan kebijakan “Work From Home” perusahaan pada tahun 2013 yang menyebut bahwa “orang lebih produktif saat mereka sendiri.”

Ia meminta karyawan kembali ke kantor dengan alasan “mereka lebih kolaboratif dan inovatif saat mereka bersama. Beberapa ide terbaik datang dari dua gagasan yang berbeda secara bersama-sama.”

Dan awal tahun ini, chief marketing officer IBM Michelle Peluso mencabut kebijakan bekerja dari rumah dan mewajibkan ribuan karyawannya untuk datang ke kantor untuk bekerja bersama-sama dengan rekan kerjanya.

Meski bekerja dari rumah terasa nyaman dan mudah, hal itu bisa menimbulkan tekanan lebih daripada bekerja di kantor. Empat puluh satu persen karyawan “highly mobile” yang bekerja secara jarak jauh mengaku merasa tertekan, dibandingkan dengan 25 persen karyawan kantor, menurut Medical Xpress.

Mereka yang bekerja di rumah 42 persen mengatakan menderita insomnia, dibandingkan dengan mereka yang bekerja di kantor hanya 29 persen.

Meskipun begitu, banyak orang Amerika Serikat merasa bahwa kerja dari rumah masih nyaman. Sebuah survei terhadap 4.000 pekerja yang dilakukan Microsoft tahun 2011 menemukan, bahwa 44 persen yang bekerja dari rumah merasa gangguan saat bekerja berkurang dan 45 persen mengaku menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di rumah.

Keseimbangan antara hidup dan kerja juga meningkat dengan 29 persen mencatat bahwa mereka menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Dengan catatan, mereka tahu kapan waktu bekerja dan kapan waktu untuk keluarga.

Nah, jika Anda memiliki pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah atau kerja jarak jauh, masih ada hal-hal yang dapat dilakukan agar bisa bekerja lebih baik dan tidak stres.

“Jika Anda kesulitan menetapkan batas-batas pekerjaan di rumah, mungkin perlu mempertimbangkan untuk bekerja di kafe, perpustakaan, ruang kerja atau menyewa kantor bersama selama beberapa jam atau sehari,” kata ahli manajemen waktu Rashelle Isip kepada Moneyish.

Maka dari itu simak 10 ganguan yang sering terjadi saat anda bekerja di rumah.

 1. Banyak Gangguan

Bekerja di kantor mungkin Anda akan merasa ada gangguan dari rekan kerja yang tukang gosip atau menumpuknya tugas yang harus diselesaikan secepatnya. Tapi bila bekerja di rumah, gangguan yang didapat juga tak kalah banyaknya. Beberapa di antaranya seperti, pekerjaan rumah tangga yang harus dikerjakan, acara televisi favorit yang membuat Anda ingin menontonnya, mengurus suami dan anak, bahkan harus melayani tamu yang datang. Tapi, apabila Anda bisa menerapkan sistem kerja yang disiplin, Anda bisa melaluinya dengan baik dan tetap produktif.

Sudah menjadi sifat dari anak-anak untuk terus bermain dan memiliki rasa ingin tau yang kuat. Tidak peduli dimana dan kapan, pastinya hasrat untuk bermain mereka sangat kuat. Bahkan anak-anak tidak paham jika anda sedang videocall dengan klien ataupun pimpinan perusahaan anda, mereka akan terus bermain dan suara meraka pasti akan sedikit menganggu. Ketika anda sedang fokus bekerja, tiba-tiba sang anak hadir ingin tau apa yang anda kerjakan dengan bertanya dan memagang pekerjaan anda. Semua itu pastinya akan mengganggu aktifitas pekerjaan anda, maka dari itu sebaiknya anda menyiapkan ruang kantor khusus yang dapat dikunci.

Bukan hanya anak yang harus anda perhatikan, begitu pula dengan hewan peliharaan. Jangan sampai kucing anda bermain di papan keyboard, sementara komputer anda masih hidup. Awasi anjing anda untuk tidak mengacak-acak ruangan anda. Selain itu rawatlah binatang peliharaan anda, jangan gara-gara bekerja mereka jadi tidak terawat dan akhirnya sakit dan pada akhirnya juga akan mempengaruhi pekerjaan anda.

Memiliki tetangga yang rebut Mungkin ini tidak masalah jika anda memiliki rumah yang luas atau terpisah sedikit jauh dari tetangga. Namun akan menjadi masalah besar, jika anda tinggal di apartemen ataupun rumah yang berdekatan dengan tetangga. Suara berisik dari tetangga akan menggangu anda dalam bekerja, bahkan sesuatu hal dari tetangga bisa membuat anda “kepo” dan akhirnya gagal fokus pada pekerjaan. Masalahnya lagi, anda tidak bisa semudahnya menyuruh mereka diam dan tentram sebagaimana anda menyuruh anak anda untuk diam. Jika anda menggunakan kata-kata yang salah, justru akan memperburuk hubungan anda pada tentangga dan kehidupan bertetangga menjadi tidak harmonis.

 2. Terlalu Banuak Bermain Jejaring Sosial

Jejaring sosial atau sosial media sebenarnya dapat membantu komunikasi, jika anda memutuskan bekerja secara remote atau di rumah. Namun karena kurangnya pengawasan dan kebiasaan disiplin, membuat anda sering kali terlena berlama-lama di sosial media dan akhirnya pekerjaan anda tidak akan terselesaikan. Untuk itu pastikan anda hanya akan membuka sosial media untuk berkomunikasi dengan klien ataupun rekan kerja saja. Anda juga dapat mencari di internet tentang aplikasi manajemen waktu yang dapat membuat sosial media anda tidak terbuka, kecuali ada pesan masuk dari orang-orang penting ataupun yang ditentukan saja.

3. Makanan Dapat Menghabiskan Waktu Anda

Biasanya jika anda bekerja di kantor, terdapat waktu-waktu khusus untuk makan yaitu saat jam makan siang saja. Di luar jam makan siang, anda tidak diperbolehkan lagi untuk keluar ataupun sekedar makan cemilan.  Namun saat anda bekerja di rumah, maka tidak ada lagi pengawas yang dapat memarahi anda saat makan di luar jam makan siang, anda dapat makan sebebasnya kapan saja yang anda inginkan. Dan walaupun nampaknya tidak begitu masalah, nyatanya makan sambil bekerja dengan waktu yang tidak ada aturannya dapat menghabiskan banyak waktu kerjaanmu dan pada akhirnya akan membuat anda tidak produktif dalam bekerja.

4. Semua Serba Berantakan

Saat bekerja di kantor, anda terbiasa dengan hidup yang rapi dan teratur, seperti berpakaian formal, meja kerja yang tertata rapi, memotong rambut, menggunakan parfum dll. Namun semenjak anda bekerja di rumah, kebiasaan tersebut telah berubah total. Kini anda tidak lagi memusingkan hari ini harus menggunakan pakaian apa, pakai sepatu apa dan aksesories apa. Tidak ada yang akan memperhatikan jika anda menggunakan rok yang terlalu pendek ataupun kemeja anda yang kusut tidak digosok. Bahkan anda mungkin telah terbiasa menggunakan baju tidur saat bekerja, dengan kondisi yang belum mandi bahkan tidak gosok gigi. Kini anda akan benar-benar menjadi manusia yang berantakan sekali.

Namun naasnya ada klien yang tiba-tiba saja datang ke rumah anda untuk berdiskusi, maka anda akan “gelagapan” dengan kondisi anda yang belum siap berjumpa dengan orang lain apalagi rekan bisnis.

5. Kesepian

Bekerja di rumah tak seramai bekerja di kantor. Bekerja di kantor membuat Anda memiliki banyak teman. Anda bisa jalan-jalan dengan mereka saat pulang kerja atau bisa juga makan siang bersama, sambil mengobrol. Berinteraksi dengan rekan kerja juga memungkinkan Anda untuk bersosialisasi, menambah networking, pengetahuan, sekaligus mengembangkan keahlian kerja.

Orang-orang akan mengenal anda dan tahu jika anda “masih ada”.  Namun lain halnya jika anda telah bekerja di rumah, hampir sebagian aktifitas anda akan dihabiskan di rumah. Lama kelamaan anda akan merasakan kesepian walupun masih ada keluarga, dunia sudah tidak lagi mengenal anda, bahkan merasa anda sudah “tidak ada”. Bahkan ironisnya, anda hampir saja lupa caranya untuk bersosiliasi dan berkumpul di tempat banyak orang saking seringnya di rumah

Saat bekerja di rumah, Anda akan lebih sering bekerja sendiri dan tak ada teman ngobrol. Inilah yang bisa membuat Anda mudah merasa kesepian. Namun apabila Anda adalah tipe orang yang senang bekerja sendiri karena merasa lebih mudah berkonsentrasi, maka bekerja di rumah bisa menjadi pilihan.

6. Melakukan Pekerjaan Rumah

Untuk dapat bekerja secara maksimal, dibutuhkan kondisi dan suasana area bekerja yang nyaman. Sering kali kondisi rumah yang kotor membuat anda resah dan sulit berkonsentrasi dalam bekerja. Dan pada akhirnya, anda harus menghabiskan waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah hingga melupakan tugas pekerjaan yang hampir deadline.

7. Permintaan Orang di Rumah

Saat anda sedang fokus bekerja di rumah tiba-tiba istri anda minta tolong dibelikan sesuatu di minimarket dekat rumah atau suami anda minta tolong dimasaki gorengan. Kejadian seperti ini akan menjadi hal yang biasa saat anda bekerja di rumah. Walaupun sebenarnya anda,sedang sibuk, banyak orang beranggapan jika anda bekerja di rumah artinya anda memiliki waktu luang yang banyak.

8. Komunikasi yang Terputus

Videocall, chat dan telephone telah menjadi alat komunikasi yang wajib bagi anda, yang bekerja di rumah. Sehingga pastinya anda sadar bagaimana jadinya, jika jaringan internet anda terputus saat anda sedang rapat secara online dan chat yang belum dibalas. Pastikan provider internet anda memiliki kualitas terbaik, sehingga anda dapat meminimalisir gangguan jaringan.

9. Pekerjaan Tertunda

Kerugian lainnya bila bekerja di rumah yaitu Anda bisa memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Hal ini karena Anda sendirilah yang menciptakan tenggat waktu. Kebiasaan menunda pekerjaan ini bisa berdampak buruk, baik bagi Anda yang bekerja di kantor maupun rumah. Jika Anda tak bisa disiplin dengan tenggat waktu diri sendiri, maka pekerjaan tak akan selesai dengan cepat.

10. Tak Ada Bedanya Rumah dengna Kantor

Bila bekerja di rumah, istana Anda itu menjadi seperti tak ada bedanya dengan kantor. Ketika bekerja di kantor, maka rumah akan menjadi tempat di mana Anda bisa bebas dari pekerjaan. Anda pun bisa bersantai saat pulang kerja. Tapi ketika bekerja di rumah, Anda bisa saja bekerja di dalam kamar atau ruang tamu, sehingga menjadi tidak ada lagi tempat santai di rumah Anda.

Berikut cara agar tidak kelelahan saat bekerja di luar kantor:

  1. Ubah lokasi

Coba mencari lokasi kerja yang berbeda, misalnya di sebuah kedai kopi terdekat untuk beraktivitas.

“Pastikan hanya membawa barang kerja yang perlu,” kata Isip. “Lakukan semua yang Anda bisa untuk membatasi gangguan pribadi; ini mungkin berarti menonaktifkan sementara notifikasi media sosial di ponsel atau laptop atau keluar dari akun email pribadi.”

  1. Tentukan waktu

Tetapkan tenggat waktu berapa lama akan menyelesaikan pekerjaan, bisa dengan mengatur alarm.

“Pertimbangkan jam kerja Anda,” saran Isip. “Dengan cara ini, Anda dapat mengukur berapa jam bekerja. Anda kemudian dapat membuat penyesuaian waktu seperlunya, baik untuk mengurangi jam kerja atau memastikan melakukan pekerjaan Anda selama masa itu. ”

  1. Pisahkan email kantor dan pribadi

Berhenti memeriksa email pribadi saat jam kerja.

“Akun email yang tercampur sulit untuk memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi. Idealnya, Anda hanya boleh memiliki email kerja yang masuk ke alamat email kantor dan email pribadi masuk ke alamat email pribadi,”ujar Isip.

  1. Buat rutinitas

Mulailah hari lebih awal untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan tentukan waktu untuk istirahat seperti waktu bebas, makan malam atau jalan-jalan.

Tujuannya adalah agar mengawali hari dengan tugas dan mengakhiri dengan sedikit hadiah untuk diri sendiri.

“Akhiri hari dengan memeriksa daftar pekerjaan untuk besok, bersihkan area kerja, atau kirimkan email tindak lanjut.”

Lalu bersenang-senanglah.

loading...
Share this :