Fenomena Kuliah Ke Luar Negeri, Kenapa ?

Opini

Kuliah di luar negri menjadi impian bagi banyak pemuda-pemudi nusantara, terbukti dari polling yang di adakan oleh website Kampuscenter, dari 43 Responden, sebanyak 34 orang (78,6%) memilih mempunyai keinginan untuk berkuliah ke luar negeri, sementara sekitar 9 orang (21,4 %) tidak memiliki keinginan kuliah di luar negeri.

Terlepas dari jadi atau tidaknya responden tersebut untuk benar-benar berkuliah di luar negeri, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari polling dan juga data dan fakta yang ada saat ini.

Pertama, pendidikan kita masih jalan di tempat, jika di bandingkan dengan negara berkembang lainnya semisal Malaysia dan Thailand, maka bisa dibilang pendidikan kita di bawah mereka, terutama di tingkat perguruan tinggi. Itu juga terlihat dari banyaknya jumlah pelajar mereka di luar negeri yang tidak sebanyak orang Indonesia.

Selain tergiur dengan kualitas pendidikan luar negeri yang sangat baik, masyarakat kita juga merasa bahwa kuliah di luar negeri merupakan sesuatu yang keren dan bisa menambah banyak sekali pengalaman.

Kedua, adanya harapan dari masyarakat kita untuk kuliah di luar negeri secara gratis dengan beasiswa. Beasiswa yang di tawarkan dari berbagai organisasi pemerintahan luar negeripun terus berdatangan dan memberikan kesempatan bagi para generasi penerus bangsa.

Kembali jika kita bandingkan dengan Thailand dan Malaysia yang pemerintahnya membatasi dan memberlakukan peraturan yang ketat bagi para pemberi beasiswa untuk masyarakatnya, mereka juga sudah merasa tidak perlu banyak di tolong oleh asing karena percaya diri dengan kualitas dan kemampuan dari pendidikan yang mereka miliki. Sementara Indonesia, walaupun secara perekonomian bisa di bilang kita tidaklah kalah jauh di bandingkan mereka, pemerintah kita sangat terbuka dan merasa masih perlu di tolong oleh beasiswa bagi masyarakatnya.

Baca Juga :  Berikan Yang Terbaik di SBMPTN 2016 !

Setiap hal selalu memiliki dua sisi, yaitu baik dan buruk, positif dan negatif. Untuk masalah ini juga demikian, disamping ada banyak sisi baik, fenomena kuliah di luar negeri juga ada dampak buruknya.

Di mulai dari dampak yang positif, mahasiswa yang kulliah di luar negeri tentu banyak sekali mendapatkan pengalaman berharga yang bisa jadi tidak di dapatkan oleh mahasiswa yang kuliah di dalam negeri. Ketika mereka kembali, mereka bisa menerapkan hal tersebut untuk membangun negeri dimana dia lahir.

Lain jika mahasiswa yang kuliah di luar negeri tersebut justru memilih bekerja di luar negeri, mengembangkan bangsanya orang lain, bekerja dan hidup di negara orang, bahkan sampai pindah kewarganegaraan. Ada juga yang kembali ke dalam negeri hanya untuk memenuhi syarat karena memang perjanjian beasiswa yang menuntut dia untuk pulang selama beberapa tahun, namun karena merasa keenakan di luar, di balik lagi kesana, hidup disana.

Kuliah di luar negeri merupakan hal yang wajar, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Namun tentu saja yang di harapkan adalah, dampak yang di berikan oleh fenomena ini kedepan merupakan dampak yang positif. Di harapkan semakin banyak putera-puteri terbaik bangsa lah yang mengelola negeri ini, karena bisa kita lihat sendiri bahwa bisa di bilang saat ini masih minimnya instansi-instansi pemerintahan yang di kelola oleh anak-anak muda lulusan luar negeri yang punya misi, pengalaman dan juga tujuan yang baik yang bisa membangkitkan negeri.

 

loading...

Baca Juga

2 comments

Leave a Reply